Posted by on Aug 22, 2013 |

Selamat pak Hamdan menjadi Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi. Tidak disangka, Hamdan menjadi Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi 2013 − 2016 setelah mengalahkan Fadlil Sumadi dengan 5 − 3.  Dari 9 Hakim MK yang memiliki hak memilih, ada satu Hakim yang abstrain. Siapa ya Hakim yang abstain tersebut ? Sedikit mengelitik meski mungkin kita semua tahu siapa orangnya.

Aerial07

Mungkin tidak banyak y ang tahu bahwa Hamdan Zoelva bersama dengan  Valina Singka Subekti merupakan pelopor pertama munculnya kewenangan judicial review di Indonesia. Hamdan, sebagai salah seorang anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat, pada saat itu mewakili Partai Bulan Bintang , berpendapat bahwa MPR harus memikirkan penambahan wewenang Mahkamah Agung menjadi sebuah Mahkamah Konstitusi. Valina Singka, dari Utusan Golongan, berpendapat bahwa perlunya MPR memprioritaskan judicial independence dan kewenangan Mahkamah Agung untuk melaksanakan fungsi judicial review. Baik Hamdan dan Valina sepakat bahwa kewenangan judicial review yang dimiliki oleh Mahkamah Agung akan melaksanakan fungsi kontrol terhadap legislative dan executive.

Meskipun hal tersebut diutarakan dalam Rapat ke 2 BP MPR tanggal 6 Oktober 1999, butuh waktu lama bagi anggota MPR lainnya memikirkan pentingnya kewenangan judicial review tersebut. Saat itu, ide penguatan lembaga legislative pasca pengunduran diri Presiden Soeharo dan bagaimana proses amandemen UUD 1945 menjadi isu utama. Sebagaimana kita ketahuin bersama, ide mengenai judicial review, baru kembali muncul di permukaan setelah pemberhentian Presiden Abdurahman Wahid pada tahun 2001.

Siapa mengira bahwa sebuah ide yang diutarakan Hamdan terdahulu telah mengkristal menjadi facilitator dari proses demokrasi di Indonesia. Mahkamah tidak sekedar sebuah peradilan akan tetapi menjadi central dari political dispute resolution (Marcus Mietzner, 2010) yang mana disaat fragmented political parties seperti di Indonesia, Mahkamahlah menjadi penentu dari proses negosiasi politik yang tak urung mudah didapat. Siapa sangka, akhirnya Hamdan Zoelva menjadi Wakil Ketua, meski saya kira hal ini bukanlah posisi terakhir yang beliau akan raih.

Apakah duet Akil – Hamdan akan membawa Mahkamah menjadi Mahkamah yang semakin berpolitik atau sebuah peradilan yang mengedepankan prinsip hukum, mari kita perhatikan bersama. Selamat bertugas pak Hamdan.