Fritz Siregar.

For Better and Greater Indonesia

Navigation Menu

Dipun galih rumiyen, sampun keseso*

Posted by on Oct 24, 2013 |

Dengan logat batak yang saya miliki, sulit untuk mengungkapkan phrase “dipun galih rumiyen, sampun keseso” dengan lafal yang tepat, tapi itulah makna yang ingin saya sampaikan berkenaan dengan Permohonan Pengujian Undang-Undang terhadap Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2013  tentang Perubahan Kedua Undang-Undang Nomor 24 Tahun...

Read More

Menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri

Posted by on Oct 21, 2013 |

Ronde kedua dari perkembangan kasus Akil Mohctar telah dimulai. Presiden SBY menepati janjinya (sesuatu yang jarang dilakukan oleh beliau) dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Penganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 1 Tahun 2013 tentang Perubahan Kedua atas Mahkamah Konstitusi (Perpu 1/2013). Perpu tersebut mengatur tiga hal yaitu: (1) penambahan syarat...

Read More

Indonesia Constitutional Politics

Posted by on Oct 9, 2013 |

As an emerging democracy, Indonesia is learning how to become a democratic country. The Indonesian Constitutional Court (“the Court”) plays an important role in determining what kind of democracy Indonesia will become, because there is a gap between what the 1945 Constitution tries to achieve, and what is possible given the current political maturity of...

Read More

Kegagalan Bereaksi Rasional

Posted by on Oct 8, 2013 |

Yu Un Oppusunggu* Menyikapi penangkapan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar atas tindak pidana korupsi, Presiden memanggil sejumlah pimpinan lembaga tinggi negara. Hasil diskusi, yang tanpa dihadiri oleh seorang pun Hakim Konstitusi itu, mengerucut pada lima butir “Agenda dan Langkah-langkah Penyelamatan Mahkamah Konstitusi”. Pertama, jika Mahkamah...

Read More

Jatuh untuk Bangkit

Posted by on Oct 3, 2013 |

“Rasanya seperti kiamat. Lembaga yang selama ini kita anggap sebagai benteng terakhir (guardian of constitution) dan institusi terpercaya di Indonesia telah runtuh”, ungkapan yang disampaikan oleh rekan serumah saya. Akhirnya, Akil Mochtar ditangkap oleh KPK pada pukul 2000 di kediaman Widya Chandra berkaitan dengan sengketa pemilihan kepala daerah Gunung...

Read More